Menulis Kreatif Bersama Ketua FLP Sumbar, Siska Oktavia - Sekmen
Headlines News :
Sekolah menulis FLP Sumbar. Berkarya bersama cita-cita besar menjadi penulis besar. alizartanjung@gmail.com
Home » , » Menulis Kreatif Bersama Ketua FLP Sumbar, Siska Oktavia

Menulis Kreatif Bersama Ketua FLP Sumbar, Siska Oktavia

Written By Alizar tanjung on Selasa, 08 Januari 2013 | 04.37


Laporan Dini Widya Herlinda

Padang, 6 Januari 2013. Hari yang padat. Sengaja saya memadatkannya. Sebab, bila waktu kita tidak diisi dengan hal positif, tentu saja hal negatif yang akan tercipta. Akhirnya setelah melaksanakan program diet lari pagi setengah jam bersama teman sekamar, saya lanjutkan dengan mengejar halaqah di Bandar Buat. Sebenarnya saya benci dengan jam karet, tetapi mau bagaimana lagi memanajemen waktu ini. Akhirnya saya hanya halaqah satu jam dengan teman-teman saya sehingga tetap ngaret setengah jam datang di Sekmen FLP Sumbar. Apa boleh buat. Saya mencintai keduanya, halaqah dan FLP.

Saya antusias berada di FLP ini, sebuah forum yang keren menurut saya. Bahkan bisa tergabung dengan para penulis-penulis keren senior. Dan hari ini Sekmen FLP diisi dengan ketua FLP Sumbar periode terbaru, yaitu Kak Siska Oktavia. Berdasarkan buku antologi cerpen Air Mata Sunyi yang baru saya beli dengan diskon besar, Kak Siska ini sehari-harinya dipanggil “Adik”. Adik yang kakak. Ya, sebab beliau sudah memiliki satu kurcaci kecil nan lucu bin imut.

Oke, setelah Muktia Qorina yang biasa dipanggil Iiy ini sebagai moderator membuka kelas menulis ini, Kak Siska langsung saja mengoceh di depan sana diawali dengan perkenalan personal. Kakak cantik yang imut ini memang luar biasa karena kecil-kecil bisa jadi ketua FLP Sumbar. Tentu saja atau bisa saya pastikan bahwa beliau memiliki segudang prestasi dalam bidang menulis, isn’t it?

Karena hari ini saya banyak melamun, Kak Siska mampu mengubah lamunan saya menjadi rasa tertantang setelah beliau menyuruh kami untuk  memulai menulis kreatif. Ya, memulai kegiatan mencipta sebuah karya sastra. Seperti yang pernah ayah saya bilang, “Orang hebat itu orang yang bisa mencipta.”

“Saya kasih waktu 10 menit untuk mengolah tiga kata ini menjadi sebuah karya,” kata Kak Siska menantang kami. Tentu saja saya langsung semangat.

“Tiga kata itu adalah kotak, jingga, dan pesona,” kata Kak Siska lagi.

Menurut saya metode ini sangat kreatif. Selain kami bisa belajar dan berimajinasi, ada satu hal yang membuat saya mengingat pepatah, “sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui”, yaitu di sela-sela waktu 10 menit ini Kak Siska bisa mendiamkan tangisan kurcaci kecil nan lucunya ini. Congratulation! Kurcaci kecil itu langsung diam setelah digendong ibunya. Kak Siska cukup cerdik.

Awalnya pikir saya, dalam waktu 10 menit saya ingin karya saya tuntas. Oleh karena itu, saya memilih membuat puisi saja. Inilah puisi saya yang sok imut bin narsis nan jelita itu:

Senja dan Waktu
Puisi Dini Widya Herlinda

senja yang jingga
aku masih menunggu di sini
pada kotak yang pernah kau janjikan
hingga pesonamu begitu kuat
tegas, menembus tulangku

Padang, 6 Januari 2013

Uh, saya lama sekali memikirkan apa judul puisi ini. Entahlah, biarkan saja saya ngasal. Sungguh, ini benar-benar puisi yang sok imut. Imut, maksudnya mini, maksudnya lagi pendek, maksudnya lagi tak bisa mikir waktu itu mau nulis apa. :D

Ya, itulah hari ini. Ternyata pede dan narsis adalah modal utama bagi penulis. Mau tulisannya kacau, mau jelek, mau bagus, mau muntah, yang penting kita harus berani mengirim dan mempublishnya. Ya, gak papalah sekali-sekali bermuka badak. Biar bisa maju.

Selain itu, ada tiga modal lagi yang harus diperhatikan jika ingin jadi penulis yang keren, yaitu niat yang lurus, memiliki visi dan misi lurus, memiliki kesungguhan yang terjaga, serta melakukan aktivitas yang mendukung kita. Misalnya, carilah teman yang sehobi dengan kita, atau bergabunglah dengan FLP, forum para pecinta sastra.

Ya, saya bangga berada di sini. Saya bangga memiliki teman-teman seperti kalian. Maju terus FLP! Namun, satu yang saya pikirkan lagi, setelah Sekmen FLP berakhir pada pertemuan ke-9, apa lagikah yang harus kami lakukan untuk tetap tergabung di FLP?***
Share this article :

0 komentar:

Pengunjung

Berlangganan Iklan

Buku Tamu


Get this widget!
facebook
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Sekmen - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template